
Produsen truk dan bus asal Swedia, Scania, kembali menegaskan komitmennya pada elektrifikasi dengan memperkenalkan platform bus dan coach listrik lantai tinggi (high-floor) berbasis baterai di ajang Busworld Europe. Langkah ini menandai perluasan strategi Scania dari bus kota bertenaga listrik menuju segmen yang jauh lebih menantang: bus antarkota jarak jauh dan coach pariwisata yang selama puluhan tahun praktis dikuasai mesin diesel.
Kenapa Lantai Tinggi Itu Penting
Sebagian besar bus listrik yang beredar saat ini adalah tipe low-entry atau lantai rendah untuk kebutuhan transportasi dalam kota. Desain itu memudahkan penumpang naik-turun di halte, tetapi kurang ideal untuk perjalanan jarak jauh. Bus lantai tinggi memberi ruang di kolong untuk bagasi besar, tangki, dan — dalam konteks kendaraan listrik — penempatan modul baterai yang lebih leluasa. Dengan mengadopsi format high-floor, Scania bisa menyisipkan kapasitas baterai lebih besar tanpa mengorbankan ruang kabin, sekaligus mempertahankan kenyamanan khas coach premium: kursi tinggi, pandangan luas, dan bagasi lega.
Menyasar Rute Jarak Jauh dan Pariwisata
Selama ini hambatan utama elektrifikasi bus jarak jauh adalah jarak tempuh. Rute antarkota menuntut kendaraan mampu menempuh ratusan kilometer dalam sekali operasi, sementara bus listrik generasi awal lebih cocok untuk rute pendek berpola berulang. Dengan platform baru ini, Scania menyasar operator yang ingin mulai menghijaukan armada premium mereka — mulai dari layanan shuttle bandara, angkutan karyawan jarak menengah, hingga pariwisata. Perusahaan juga menekankan pentingnya ekosistem pengisian daya dan layanan purnajual sebagai satu paket, bukan sekadar menjual unit kendaraan.
Bagian dari Peta Jalan Bebas Emisi
Langkah ini sejalan dengan target industri otomotif Eropa yang bergerak agresif menuju netralitas karbon. Regulasi emisi yang makin ketat di Uni Eropa mendorong produsen mempercepat portofolio kendaraan listrik di semua segmen, termasuk yang paling sulit dilistrikkan seperti coach jarak jauh. Bagi Scania, kehadiran platform high-floor listrik melengkapi lini bus kota listrik yang sudah lebih dulu mengaspal, sehingga cakupan produk zero-emission mereka menjadi lebih utuh.
Buat operator Indonesia, tren ini belum langsung bisa ditiru — infrastruktur pengisian untuk bus jarak jauh masih jadi kendala terbesar, dan harga unit listrik masih jauh di atas diesel. Namun arah teknologinya jelas dan patut dipantau: baterai makin besar, jangkauan makin jauh, dan segmen yang dulu dianggap “mustahil dilistrikkan” mulai tergarap. Operator premium dan pariwisata yang bermain jangka panjang sebaiknya mulai mempelajari hitungan biaya operasional (TCO) kendaraan listrik dari sekarang, sebelum regulasi dan tekanan pasar membuat transisi jadi keharusan.
Sumber: Scania Group (scania.com).